Mengapa harus terburu-buru ?

Masuklah ke sebuah toko buku dan anda akan melihat buku mengenai bagaimana “Belajar Java dalam 7 Hari” dan banyak variasi lainnya yang menawarkan untuk mengajarkan Visual Basic, Windows, Internet, dan sebagainya dalam beberapa hari atau jam. Saya melakukan power search di Amazon.com: dan mendapatkan 248 hasil. 78 hasil pertama adalah buku komputer (no. 79 adalah “Belajar Bahasa Bengali dalam 30 hari“). Lalu saya mengganti “hari” dengan “jam” dan mendapatkan hasil yg luar biasa mirip: 253 buku, dengan 77 buku komputer dan diikuti dengan “Belajar Grammar dan Tata Bahasa dalam 24 jam” di nomor 78. Dari 200 hasil pertama, 96% adalah buku-buku komputer.

Kesimpulannya adalah entah orang-orang sekarang ini terburu-buru untuk belajar tentang komputer, atau komputer adalah hal yang sangat mudah dipelajari dari hal-hal lainnya.
Tidak ada buku untuk belajar Beethoven, atau Fisika Kuantum, atau bahkan Melatih Anjing dalam beberapa hari. Dr. Felliesen et al. mengakui tren ini dalam buku mereka “Bagaimana Mendesign Program“, dimana mereka mengatakan “Memprogram dengan jelek sangat mudah. Orang-orang Idiot bisa mempelajarinya dalam 21 hari, bahkan walaupun mereka betul-betul bodoh.”

Mari menganalisa bagaimana judul seperti “Belajar C++ dalam 3 Hari” bisa memiliki arti sebagai berikut:

* Belajar: Dalam 3 hari anda tidak akan punya cukup waktu untuk menulis beberapa program yang berguna, dan belajar dari keberhasilan dan kesuksesan program-program ini. Anda tidak akan punya cukup waktu untuk bekerja dengan seorang programmer berpengalaman dan mengerti seperti apa hidup dalam lingkungan C++. Singkatnya, anda tidak akan punya cukup waktu untuk belajar banyak. Jadi buku tersebut hanya bisa berbicara tentang hal-hal yg superfisial, dan tidak pengertian yg mendalam. Seperti Alexander Pope pernah berkata, mengerti sesuatu hal dengan sedikit adalah hal yang berbahaya.

* C++: Dalam 3 hari anda akan bisa belajar sedikit sintaks C++ (bila anda telah mengetahui bahasa pemrograman yg lain), tapi anda tidak bisa belajar banyak bagaimana cara menggunakan bahasa tersebut. Singkatnya, bila anda seorang programmer Basic, anda bisa belajar menulis program dalam gaya Basic menggunakan sintaks C++, tapi anda tidak bisa memahami keunggulan (dan kekurangan) dari C++. Jadi apa gunanya? Alan Perlis pernah berkata: “Sebuah bahasa pemrogramman yang tidak mengubah cara berpikir anda tentag programming, tidak berguna untuk dipelajari.” Satu kemungkinan yg terjadi adalah anda perlu belajar sedikit tentang C++ (atau mungkin JavaScript atau Flash Flex) karena anda perlu membuat sebuah interface dari program yang sudah ada untuk melakukan sebuah hal. Tapi kembali lagi anda tidak mempelajari bagaimana untuk memprogram; anda hanya belajar bagaimana melakukan hal tersebut.

* dalam 3 Hari: Sayangnya, hal ini tidak cukup, seperti yg sudah dijelaskan di atas.

Belajar Programming Sendiri Dalam Sepuluh Tahun
Para periset (Bloom (1985), Bryan & Harter (1899), Hayes (1989), Simmon & Chase (1973)) telah menunjukkan bahwa diperlukan sekitar sepuluh tahun untuk mengembangkan keahlian di berbagai macam bidang, termasuk bermain catur, mengomposisi musik, mengoperasikan telegraf, melukis, bermain piano, berenang, bermain tenis, dan riset dalam bidang neuropsychology dan topology.
Kuncinya adalah latihan dengan penuh perhatian: tidak hanya melakukannya lagi dan lagi, tapi menantang diri anda sendiri dengan suatu hal yang diluar kemampuan anda saat ini, mencobanya, menganalisa performa anda dan setelah itu, membetulkan kesalahan-kesalahan yang ada. Lalu ulangi lagi, dan lagi.

Jadi mungkin saja 10,000 jam, bukan 10 tahun, adalah angka ajaibya. Samuel Johnson (1709-1784) berpikir bahwa angkanya lebih banyak: “Kesempurnaan di bidang apapun bisa didapatkan hanya dengan usaha seumur hidup; hal tersebut tidak bisa dibeli dengan harga yang kurang dari itu.” Dan Chaucer (1340-1400) mengatakan “hidup ini terlalu pendek, keahlian terlalu banyak untuk dipelajari.” Hippocrates (sekitar 400SM) dikenal untuk potongan berikut “ars longa, vita brevis”, yang adalah bagian dari kata-kata yang lebih panjang “Ars longa, vita brevis, occasio praeceps, experimentum periculosum, iudicium difficile”, yang berarti “Hidup ini pendek, keahlian lama, kesempatan menghilang, eksperimen berbahaya, keputusan sulit.” Walaupun dalam bahasa Latin, ars bisa berarti seni atau keahlian, dalam bahasa Yunani aslinya kata “techne” hanya berarti “keahlian”, bukan “seni.”

—————————————————————————————

referensi : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7734776

0 Responses to “Mengapa harus terburu-buru ?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




My Archives


%d bloggers like this: