Bertaruh Nyawa Demi Sekolah.

Dear my blog,

Pagi ini saya menyempatkan diri membaca berita luar negeri di reuters. Sedikit kaget melihat foto dengan tag indonesia yang menangkap fenomena mengharukan. ya.. sebuah foto anak-anak sekolah di indonesia, tepatnya daerah Lebak, Banten sedang berangkat ke sekolah melewati sebuah jembatan. Bukan sembarang jembatan, namun lebih tepatnya adalah : jembatan gantung yang rusak. Sedangkan dibawahnya mengalir sungai  Ciberang yang aliran sungainya deras. Jika jatuh maka nyawa lah taruhannya.

Berikut sedikit informasi dari reuters.

Students hold on to the side steel bars of a collapsed bridge as they cross a river to get to school at Sanghiang Tanjung village in Lebak regency, Indonesia’s Banten village January 19, 2012. Flooding from the Ciberang river broke a pillar supporting the suspension bridge, which was built in 2001, on Monday according to Epi Sopian the head of Sanghiang Tanjung village. Sofiah, a student crossing the bridge, says she will need to walk for an extra 30 minutes if she were to take a detour through another bridge.

Saya pribadi melihat pemandangan ini merasa sangat prihatin dan sedih. Bagaimana ya kira-kira kalau saya yang disuruh ikut menyeberang menggunakan jembatan itu? Wuih, serem banget tentunya, dibawah sudah ada sungai dalam dengan arus yang deras. Apalagi saya tidak terlalu jago renang, sekali jatuh, innalillahi.. Tapi lihatlah anak-anak itu, mereka semuanya masih bersemangat tanpa mengenal takut demi menuntut ilmu. Walaupun fasilitas, sarana dan prasarana transportasi mereka untuk menuju ke sekolah sangat minim.

Mungkin permasalahan Sofiah dan teman-temannya di Desa Sanghiang Tanjung merupakan salah satu dari banyak kasus yang terjadi di tanah air ini. Karena setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan sesuai Undang-undang Dasar Pasal 31. Namun pembangunan saat ini belum dinikmati oleh rakyat yang tinggal di daerah pelosok. Mereka masih dengan sabar dan penuh harapan menjalani kehidupannya dengan sarana yang kurang.

—————————————————————————————————————

Semoga saja bapak-bapak dan ibu-ibu ‘terhormat’ yang sedang sibuk merenovasi ruang banggar, toilet DPR, kalender, dan sibuk untuk proyek2 bernilai miliaran, tidak lupa untuk memperhatikan nasib anak-anak ini. Jangan sampai menunggu ada korban dulu, baru turun tangan. Karena sebagai wakil rakyat, sudah sepantasnya merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh rakyatnya. Demikian juga untuk Gubernur dan Wagub disana, semoga terketuk hatinya untuk segera turun tangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bangunan mewah gini aja bisa, masak sih perbaiki jembatan ngga bisa..

———————————————–

Update news : Alhamdulillah, ternyata dari pihak Bupati sebenarnya telah memikirkan pembangunan jalan tembus pengganti jembatan tersebut yang dapat mempersingkat waktu dan bersifat lebih permanen. Bupati ternyata memilih membangun jalan tembus, karena waktunya lebih cepat juga lebih permanen, tidak perlu lewat jembatan. Jarak dari desa itu ke sekolah ternyata bisa diselesaikan dengan jalan tembus.

Reference :

Photo :

1. Indonesian Students : By BEAWIHARTA/ REUTERS.

http://my.news.yahoo.com/photos/students-hold-side-steel-bars-collapsed-bridge-cross-photo-071013423.html

4 Responses to “Bertaruh Nyawa Demi Sekolah.”


  1. 1 thesmilingchickpea February 8, 2012 at 9:05 am

    Anak-anak hebaaaaaad!! Keren!!

    salam kenal mas, tuker link ya .. punya sampean sdh sy add
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/

    saya juga nulis ttg anak2 ini hehe ..
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/2012/02/06/menuntut-ilmu-via-jembatan-maut/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




My Archives


%d bloggers like this: