Archive for the 'Motivation Stories' Category

Mari belajar menjunjung sportifitas

Dear My Blog.

Sea games XXVI yang berlangsung di tanah air banyak menyisakan cerita dan catatan. Salah satunya mengenai tingkah para suporter.

Mendukung dan menyemangati atlet dari negara sendiri memang merupakan sebuah keharusan. Tetapi harusnya hal tersebut tak mengahalangi kita untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Banyak cara untuk menunjukkan sportivitas seorang suporter di tribun. Kalau tak ikhlas untuk memberikan aplaus kepada lawan yang meraih kemenangan, setidaknya kita tidak melontarkan cemoohan atau sorakan bernada ejekan.

Namun, kedewasaan semacam itu tampaknya belum dimiliki oleh para penonton yang memenuhi Stadion Akuatik Jakabaring, Rabu (15/11/2011) malam WIB. Dalam babak final enam nomor cabang olahraga renang ini, mereka berulang kali melakukan tindakan yang tak sepatutnya dicontoh.

Saat acara pengalungan medali nomor gaya bebas 100 meter putri, di mana Natthanan Junkrajang jadi juara, announcer meminta penonton untuk berdiri demi menghormati lagu kebangsaan Thailand. Alih-alih mau beranjak dari duduknya, penonton malah gaduh dan sebagian membunyikan terompet. Announcer sampai dua kali meminta penonton untuk berdiri, tapi cuma sedikit yang mengacuhkannya.

Kejadian lebih memprihatinkan terjadi saat acara pengalungan medali nomor gaya dada 200 meter putri, di mana perenang Malaysia Yi Ting Siow mendapatkan emas. Dari awal, announcer sudah meminta penonton untuk berdiri dan tidak berisik.

Namun, seolah-olah sudah direncanakan, hampir seisi stadion malah kompak melontarkan cemoohan saat lagu kebangsaan Malaysia diputar. Sebagian meniup terompet, bahkan ada yang sampai mengucapkan kata-kata kurang pantas seperti “maling” atau “ganyang Malaysia”.

Kondisi bertolak belakang tersaji saat perenang tuan rumah, I Gede Siman Sudartawa, naik podium untuk menerima medali emas nomor gaya punggung 50 meter putra. Seisi stadion berdiri dan hampir semuanya ikut bernyanyi saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Bagaimana dengan atlet dan ofisial Malaysia yang tadi menyaksikan lagu kebangsaannya dicemooh? Ternyata, mereka bukan pendendam. Saat Indonesia Raya diputar, mereka menunjukkan sikap sportif dengan tetap berdiri dari duduknya.

Pemandangan seperti ini tentu jadi ironi. Kita berulang kali menggembar-gemborkan pernyataan bahwa kita siap jadi tuan rumah SEA Games, namun ternyata kita belum sepenuhnya siap untuk jadi suporter yang dewasa, berkelas, dan sportif.

Sepertinya penonton kita layak meneladani kejadian di venue sepatu roda, Senin (14/11/2011) lalu. Di final nomor 10.000 meter elimination putri, Indonesia sudah memastikan emas dan perak lewat Ajeng Anindya dan Sylvia. Perunggu direbut Jia Man Carmen Goh dari Singapura.

Saat Ajeng dan Sylvia sudah merayakan kemenangannya, atlet Malaysia Siti Bainurin Abu Hasan yang menempati posisi paling belakang masih berjuang. Dia tertinggal hingga empat lap karena sempat terjatuh di tengah lomba.

Kejadian mengharukan terjadi saat announcer meminta para penonton untuk memberikan dukungan dan semangat untuk Siti. Seketika itu juga, semua orang yang ada di venue memberikan tepuk tangan penyemangat.

Yang makin mengejutkan, dalam acara pengalungan medali, Siti dipanggil naik podium meski tak kebagian medali. Dia dihadiahi maskot SEA Games Modo Modi dan diberi kesempatan untuk berfoto dengan para pemenang. Ini jelas merupakan angin segar dan perilaku luar biasa yang sangat mesti ditiru dan dipelihara.

Dua kejadian di atas memberikan kita pelajaran bahwa olahraga sudah sepatutnya tidak dikeluarkan dari khitahnya dan tidak dicampuradukkan dengan hal-hal lain, termasuk masalah diplomatik antarnegara. Bukannya olahraga itu sendiri bertujuan membangun persahabatan dan sportivitas?

———————————————————————————

Source :

-www.detiksport.com/read/2011/11/17/054156/1769010/1297/mari-belajar-sportif

Do as a Professional

Dear My Blog..

Sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehku untuk mengajar di dalam sebuah training ABAP Advance untuk para expert dibidang ABAP. Namun itulah kenyataan yang aku telah jalani.. Sudah dua kali kesempatan yang kuperoleh dan sangat amat menegangkan. Bayangkan saja, seluruh peserta yang hadir merupakan programmer ABAP yang berpengalaman lebih tinggi dari pada aku.. Pikiran-pikiran negatif masih saja memenuhi pikiran melankolis ini. Bagaimana seandainya nanti hari-H berantakan gara-gara pertanyaan brutal dan bertubi-tubi dari expert-expert yang hadir.

Huff.. Sejenak aku menenangkan diri sambil berbaring di kamarku. Masih teringat pertama kali aku mengenal ABAP.. Baru saja, akhir tahun 2010.. Berawal dari ‘keisengan’ untuk mengikuti pelatihan BASIC ABAP, diriku semakin kecanduan untuk mendalaminya.. Karena ABAP memiliki keunikan yang berbeda dengan bahasa lainnya.. Saat pelatihan selesai,  materi training sama sekali belum nempel ke otak 100%.. hehehhehe.. maklum, udah kadung ketempelan PHP & .NET..  Februari 2011 aku memutuskan untuk fokus belajar ABAP dengan meninggalkan pekerjaa kantoran ku, beralih ke freelance.. Aku kembali memperdalam ABAP dalam training lanjutan pada bulan Maret 2011. Kemudian menjadi asisten trainer selama 3 bulan untuk training technical SAP. kulalui dengan terus berlatih membuat report dan komponen SAP, hingga suatu saat ‘ditodong’ untuk memberikan training kepada peserta training ABAP Advance. Namun dengan semangat menimba ilmu dan pengalaman, tawaran ini aku terima dengan lapang dada :)).

Kita tidak akan pernah tahu kemampuan kita sampai kita benar-benar mencoba, dibutuhkan keberanian dalam mengambil resiko untuk maju dan menjadi sukses.

Hari – H pun tiba. Berbekal tips-tips ala konsultan yang dirangkum dari berbagai sumber dan saran temen2 kantor, akhirnya aku bisa melewati 2 hari training yang berat. Anyway.. Thankz ya Robb.. Engkau telah memberikan aku ketenangan saat hari H.. Sungguh diriku yg bodoh dan lemah ini takkan bisa melangkah sejauh ini tanpa kehendak-Mu.. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, seluruh materi berkenaan dengan teknik reporting dan Program Driver ABAP dapat terselesaikan dengan baik.

Adapun tips yg bisa membuat Pede saat berhadapan dengan expert dalam sebuah training, sharing, ataupun demo presentasi adalah sbb :

  1. Penampilan harus terlihat OK dan terlihat expert.. Cool dan tidak banyak bicara, karena kalau terlalu banyak bicara bisa membuka kelemahan kita. Cool dapat membuat kita terlihat lebih bijak.. 🙂 Tatap seluruh mata peserta dengan penuh keyakinan bahwa kita itu mampu.. 😛
  2. Persiapkan catatan kecil, contoh2, video tutorial, yang dapat dibuka jika ada sesuatu yang kita lupakan.. terkadang setting2 / config yang langkahnya panjang banget membuat kita harus mengingat banyak. *dengan catatan notebook.
  3. Fokuslah pada materi yang akan kita ajarkan / presentasikan, karena dalam lingkup itulah ‘kita adalah jagoannya’. Pikirkan juga segala bentuk kemungkinan pertanyaan yang kira-kira akan diajukan. Jika ada pertanyaan diluar lingkup materi [mungkin saja tidak kita kuasai], sebaiknya dipending dan ditampung untuk dijawab setelah session training (Sambil googling cari jawaban, chatting sama konsultan yg kira2 bisa jawab, hehehe). Bisa juga mengajukan pertanyaan tsb ke peserta lain yang mungkin bisa menjawabnya : ‘Hayoo ada yg bisa jawab pertanyaan ini?’ . Jika peserta lain juga tidak bisa menjawab, dan si penanya masih ngotot pengen jawabannya, cukup ucapkan ‘Wallahu’alam.
  4. Belajarlah ‘Ngeles’ dengan style yang cerdas.. Misalkan saat kita create sebuah program sebagai contoh ke peserta, ehh ternyata ada error.. jangan panik. anda bisa katakan : ‘Ok rekan2, ternyata ada error, hayo ada yg tahu errornya dimana, karena apa?’.. atau : ‘ayo silakan dicari errornya buat latihan bug fixing, hehehe’. Masih banyak teknik-teknik ngeles yang elegan dan cerdas, silakan dicoba dan dilatih. 🙂
  5. ehmm.. apalagi ya? masih banyak lagi tipsnya, yg terpenting adalah banyak2 berdoa. Jangan ragu untuk bertanya balik ke peserta / rekan expert anda untuk lebih menggali pengetahuan yang tidak kita ketahui, sehingga kira juga bertambah wawasannya.

Benar-benar style konsultan banget, tetap maju walaupun masih banyak kekurangan.. Intinya do the best, keep spirit, do as a professional..

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Gambarkan secara JELAS impianmu..

Dear My Blog..

Malam ini aku buka kembali BUKU IMPIAN – ku  (Dreams Book). Kembali aku melihat catatan2 impianku selama ini.. sedikit ku tersenyum, banyak yang sudah aku lalui dan berhasil, namun banyak pula yang belum tercapai.. Akhirnya aku  mengingat kembali tentang pentingnya MIMPI dan bagaimana pentingnya bagi seseorang untuk MENGGAMBARKANNYA SECARA JELAS dan DETAIL agar memudahkannya dikemudian hari 🙂

WishIMPIAN / KEINGINAN

Semua orang punya impian masing-masing. Sangat penting memelihara impian agar menjadi pemicu semangat dalam hidup ini.. agar kita selalu punya arah tujuan yang dikejar.. namun seberapa JELAS sih kita mampu menggambarkan impian itu?

Jika seseorang tidak mampu menggambarkan impian secara jelas / spesifik, mereka tidak bisa melihat apa yang menjadi sasaran, sehingga untuk menembak tepat ke arah sasaran tersebut akan sangat susah [soalnya GAJEBO *Gak Jelas Bo’].

Baca selengkapnya..

Kisah Sandal Jepit

Disebuah toko sepatu dikawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota, Nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia Nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi.

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

“Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik”, sergah sang sepatu dengan nada congkak.

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.

“Apa menariknya menjadi sandal jepit?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainnya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu”, ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

Baca selengkapnya..

Kisah : Buah dari Ketulusan

Ra’fat berobat untuk mencari kesembuhan. Banyak dokter dan rumah sakit ia kunjungi di Saudi Arabia sebagai ikhtiar. Namun meski sudah menyita banyak waktu, tenaga, pikiran dan biaya, sayangnya penyakit itu tidak kunjung sembuh juga. Ra’fat mulai mengeluh. Badannya bertambah kurus. Tak ubahnya seperti seorang pesakitan.

Demi mencari upaya sembuh, maka Ra’fat mengikuti saran dokter untuk berobat ke sebuah rumah sakit terkenal spesialis liver di Guangzhou, China. Ia berangkat ke sana ditemani oleh keluarga. Penyakit liver semakin bertambah parah. Maka saat Ra’fat diperiksa, dokter mengatakan bahwa harus diambil tindakan operasi segera. Ketika Ra’fat menanyakan berapa besar kemungkinan berhasilnya. Dokter menyatakan kemungkinannya adalah fifty-fifty..

Baca selengkapnya..


My Archives